Tangapan IGCSE SMAN 10 Malang

Kami mendapat respon dari SMAN10 Malang, dan pada tanggal 31 okt 2008 kami telah bertemu dengan Dra.Niken Asih Santjojo selaku kepala sekolah.
Kami telah mendapatkan penjelasan mengenai program IGCSE, terutama yang berhubungan dengan konversi penilaian untuk penjurusan.
Karena permasalahan utama kami adalah penilaian untuk penjurusan .
Kami mengharapkan sosialisasi program IGCSE dan konversi penilaian kepada seluruh wali murid, agar tidak terjadi miss comunication, dan wali murid dapat membimbing anak-anaknya untuk mengikuti program tersebut.

Program IGCSE SMA tidak efektif?

Program IGCSE SMAN 10 Malang di pandang sangat memberatkan siswa...
Berikut lampiran surat wali murid yang merasa keberatan dengan program Program IGCSE di SMAN 10 Malang.
=================================
Kepada :
Yth Kepala Sekolah SMAN 10
Jl.Danau Grati No 1
Malang

Dengan hormat,

Kami Wali Murid SMAN 10 Malang, yang mengajukan keberatan dengan adanya program IGCSE yang di terapkan di seluruh kelas 10.

Kami mengamati program ini sangat memberatkan anak kami yang tidak memiliki kemampuan bahasa inggris yang excellent.

Dengan adanya program ini, para siswa SMAN 10 Malang tidak dapat menyerap semua pelajaran yang di terima karena mengunakan pengantar bahasa inggris. Jadi Apa yang di dapat oleh anak kami selama program percobaan ini ? tidak lain nilai yang buruk !!!

Kami para Wali Murid tidak mendapatkan sosialisasi program IGCSE sampai dengan hari ini. Seharusnya sosialisasi tentang program IGCSE di lakukan sejak penerimaan siswa baru, sehingga kami dapat menentukan arah pendidikan anak kami dengan cara tidak menyekolahkan anak kami di SMAN 10 Malang.

Kami yakin dengan program ini, siswa yang mampu tapi kurang dalam bahasa inggris akan mengarah pada penjurusan yang tidak sesuai. Anak kami mampu dalam mata pelajaran IPA, tetapi karena program ini, maka kemungkinan anak kami hanya dapat masuk di kelas IPS.

Yang kami ketahui tentang program ini, sekolah yang menerapkan program IGCSE akan membuka kelas regular dan kelas IGCSE, siswa berhak memilih kelas yang ingin di ikutinya. Sedangkan SMAN 10 Malang memaksa semua kelas untuk mengikuti program ini.

Kami mengharapkan SMAN 10 Malang meninjau kembali program IGCSE tersebut, yang di terapkan pada semua kelas.


CC :
1.Kepala Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Kota Malang ( Jl.Veteran Malang )
2.Koran Jawa Pos ( Gedung Graha Pena Jl.Akhmad Yani 88 Surabaya 60234 )
3.Koran Surya ( Jl.Raya Margorejo Indah D-108 Surabaya 60238 )
4.Koran Memo Arema ( Komplek Ruko Istana Dinoyo Jl.MT Haryono 1-A Blok B No 6 lowokwaru Malang )